Kesalahan Penerjemahan Al-Quran 18:86

Matahari terbenam di musim semi.

Ayat " WAKTU matahari terbenam" salah diterjemahkan menjadi " TEMPAT matahari terbenam".

Mobirise Website Builder

1) "Hatta dalam bahasa Arab حتى" berarti "sampai" dan selalu dikaitkan dengan waktu (bukan lokasi). Kata ini juga ditemukan dalam Al-Quran 97:5 ( سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الفَجْرِ) dan selalu merujuk pada waktu. Kata yang merujuk pada lokasi adalah "haith حيث" yang berarti "Di mana" dan selalu dikaitkan dengan lokasi. Jika ayat tersebut merujuk pada lokasi seperti yang diklaim oleh para skeptis, maka seharusnya didahului oleh "di mana حيث" dan ayat tersebut seharusnya berbunyi "حيث بلغ مغرب الشمس", dalam hal ini ayat tersebut memang akan berarti "tempat" terbenamnya matahari; Namun, kenyataannya tidak demikian. Ayat tersebut dimulai dengan "hingga حتى" yang hanya merujuk pada waktu. Jadi "مغرب الشمس" adalah waktu matahari terbenam (bukan lokasi). Namun, ayat tersebut salah diterjemahkan menjadi "tempat terbenamnya matahari". Kata "tempat" ditambahkan oleh penerjemah.

2) Dalam tata bahasa Arab, semua tempat dan lokasi disebut dalam bentuk maskulin. Misalnya, "هاذا المكان"... Karena tempat terbenamnya matahari adalah sebuah lokasi, maka seharusnya juga disebut dalam bentuk maskulin, namun kenyataannya tidak demikian. Ayat ini diakhiri dengan bentuk feminin: "dia menemukan di sana orang-orang وجدعندها قوما" di sini "itu ها" dalam bahasa Arab menggunakan bentuk feminin; yang berarti merujuk pada mata air berlumpur (عين حمئة bentuk feminin) dan bukan pada "tempat terbenamnya matahari" (bentuk maskulin).

Jadi, baik "hingga حتى" di awal ayat maupun bentuk feminin di akhir membuktikan bahwa terjemahannya salah. Quran 18:86 hanya mengatakan bahwa Thu Al-Qarnain terus bergerak hingga waktu matahari terbenam, ketika terbenam ia (dan pasukannya) berada di mata air berlumpur dan di sana ia menemukan orang-orang... Jadi, matahari terbenam di mata air berlumpur hanyalah kesalahan terjemahan.

Dalam Quran terdapat matahari terbit dan terbenam serta bulan terbit dan terbenam:


Quran 55:17

Penguasa dua kebangkitan dan Penguasa dua latar.

١٧ رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِ

Ada dua waktu terbit, terbitnya matahari dan terbitnya bulan. Dan ada juga dua waktu terbenam, terbenamnya matahari dan terbenamnya bulan. Ketika mulai gelap, Anda harus menyebutkan bahwa itu adalah terbenamnya matahari, karena terbenamnya yang lain, terbenamnya bulan, tidak memicu kegelapan. Jadi Al-Quran 18:86 menyebutkan apa yang dimaksud dengan terbenam, terbenamnya matahari, yang berarti dimulainya kegelapan. Ini bukan lokasi. Jadi Thu-Al-Karnain sendiri berada di mata air berlumpur pada saat matahari terbenam. Matahari terbenam di mata air berlumpur hanyalah kesalahan terjemahan.

Kesalahan terjemahan lain dalam kisah Thu Al-Qarnein yang sama adalah Asbab اسباب dalam bahasa Arab berarti arah. Jari telunjuk Anda dalam bahasa Arab disebut Sabbaba سبابة karena menunjuk ke arah, tetapi kata ini masih salah diterjemahkan ke bahasa lain. Kata lain "saddain" dalam bahasa Arab berarti "dua bendungan", namun salah diterjemahkan ke bahasa lain menjadi "dua gunung". Kata lain "sadafain" dalam bahasa Arab yang berarti "dua penghalang" juga salah diterjemahkan menjadi kata yang persis sama, yaitu "dua gunung". Hal ini menunjukkan bahwa para penerjemah menerjemahkan hadits, bukan Al-Quran aslinya.  

Kesalahan penerjemahan Al-Quran yang sering terjadi menyajikan kisah-kisah yang salah dalam bahasa lain. Mohon selalu merujuk pada Al-Quran berbahasa Arab.

Drag and Drop Website Builder