Dalam Al-Quran terdapat pembatas antara dua laut dengan salinitas berbeda. Para skeptis mengklaim bahwa siapa pun yang menulis Al-Quran telah melakukan kesalahan; mereka akan mencampurnya hingga mencapai salinitas rata-rata yang baru. Saat ini para ilmuwan mengkonfirmasi bahwa haloklin memisahkan dua badan air dengan salinitas berbeda.
Perbedaan kepadatan, suhu, salinitas, dan konsentrasi CO2 di laut menyebabkan air terpisah menjadi beberapa lapisan. Fenomena ini disebut stratifikasi air.
Di Arktik, para ahli oseanografi menemukan lapisan setebal 150 meter yang bertindak sebagai penghalang antara air tawar di atasnya dan air asin di bawahnya. Penghalang ini disebut haloklin.
Haloklin memisahkan lapisan air dengan salinitas yang berbeda. Hal ini baru diketahui belakangan ini, padahal hal ini telah digambarkan dalam Al-Quran 1400 tahun sebelum ditemukan.
Dan Dialah yang menyatukan dua lautan; yang satu tawar dan jernih, dan yang itu asin dan pahit; lalu Dia meletakkan di antara keduanya penghalang dan batas.
٥٣ وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هَٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَحْجُورًا
Al-Quran dengan tepat menjelaskan pemisahan air laut yang disebabkan oleh perbedaan salinitas. Kini kita tahu apa itu, yaitu haloklin.
AI Website Generator